soal voltaire

|

Pernah di satu malam, pathet nem, sri tinon ing pasewakan menyapu alun alun, sementara seharusnya hanya melintas, mau tidak mau perjalanan kutepikan, karena menerima serbuan gentar secara tahu tahu saja sewaktu katut tersapu niku raosipun abot. Jejeg sworo Ki Anom Suroto selaku medium, kiranya menjadi sebab. Bila sekali saja mengenang rima rima suara mendiang Ki Hadi Sugito, Ki Seno Nugroho, njroningku tergugah. Pakem pakeliran tidak lagi huruf kapital, bukan lagi garis bawah, dan menawi mbothen tanda seru, apabila oleh Ki Purbo Asmoro suluk suluk dikumandangkan lalu menabuhnya lebur ke kendang perunguku. 


asal bunyi lainnya