sikap

|

Sahaja mengambang, sekenanya melayang layang, tidak demikian sasmaka itu berkasat dalam penglihatan. Bukan sembarang terbangnya jika sikap menunggangi angin tersebut kentara sekali memiliki muara. Sebuah maksud termaktub bersamanya, menjadi acuan gerak lakunya, hingga tanpa mesti tergesa, atau karena tujuannya tidak terukurkan jarak barangkali, sudah sejak jauh, pelan, dipilih sebagai lajunya. Saestu. Pelan itu bukan ragu. Telisiklah ke merah nyalanya. Selama tilasi panjang bantaran bengawan, masih lantang pantulannya di mili berarus. Berkali kali melandai ke muka air, ulam ulam mampu diperdaya. Atas apinya, tidak mempan kerling kerling surya memudarkan. Lebih lebih, tekunnya bersikeras pada siratan; laluannya ini, benar. 


asal bunyi lainnya