Berangkali berangkatnya dari jauh, menahun melalui hadang ke halang, seberangi segara biru, menukik dari pucuk mahameru, mungkin membelah buana rimba setelah bertarung dengan satwa satwa, selagi mengingat ngingat parasku ing tetuwuhan paku, hingga adakah iluhnya menggenang sewaktu jemparingnya memantulkan kartika saat menjumpai waktu untuk menyampaikan lenting anak panahnya kepadaku. Mugi mugi, kelak, senyumku disempatkan menyambutnya.
salam