Ada bagian bagian di travelogue, dengan sengaja disusun tanpa tanda baca oleh Bapak Seno Gumira. Mungkin memang diharapkan agar dibaca dalam satu tarikan napas. Tapi mungkin mungkin juga, bagian bagian tersebut dibiarkan mendatar, sehingga ketika dibaca, lekuk serta kelok kelok yang kemudian muncul, menuruti lagu pembacanya.
salam